Sunday, 17 June 2012

Hadis ke 8

 عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال؛ أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا اله الا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة. فاذا فعلوا ذلك عصموا مني دماءهم وأموالهم الا بحق الاسلام وحسابهم على الله تعالى 


     "Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar r.a, bahwa Rasulullah S.A.W bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mau bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah Pesuruh Allah, dan mereka mendirikan solat, dan mereka menunaikan zakat. Apabila mereka telah melalukan itu, maka berarti mereka telah melindungi darah dan hartanya dariku melainkan dengan haq Islam, dan hisab mereka di sisi Allah Ta'ala."

     Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Iman (Bab: Jika mereka bertaubat dan mendirikan Solat) no 25. Dalam Kitab Sahih  Muslim terdapat pada Kitab Iman (Bab: Perintah memerangi manusia sampai mereka mengatakan لا اله الا الله محمد رسول الله) no 22. Sedang kalimah
Illa bi Haqqil-Islam hanya terdapat dalam kitab Shahih Al-Bukhari, dan tidak ada dalam kitab Shahih Musli.

A.  KEDUDUKAN HADIST
      Hadist ini ternyata tinggi sekali nilainya karena ianya mencakupi berbagai kepentingan dari kaedah-kaedah agama Islam, yaitu Syahadah yang disertai dengan keyakinan yang kukuh, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah, mendirikan solat sesuai dengan yang diperintahkan dan mengeluarkan zakat kepada yang berhak menerimanya.

B.  INTISARI HADIST
1.   Syarat keIslaman seseorang adalah dengan mengucap dua kalimah syahadah.
2.   Tidak dilarang memerangi orang-orang musyrik kecuali apabila mereka mengucap
      dua kalimah syahadah.
3.   Dibenarkan memerangi orang-orang yang meninggalkan solat dan zakat.
4.   Kislaman seseorang dapat melindungi darah dan harta mereka.
5.   Hukum-hukum itu berlaku dalam urusan-urusan lahir, manakala dalam urusan-urusan batin,
      hukumnya berada di tangan Allah sendiri.
6.   Orang yang telah mengucap dua kalimah Syahadah, menegakkan solat dan mengeluarkan zakat,
      maka baginya berlaku hukum-hukum Islam seperti qisas, hudud dan lain-lain.
7.   Tidak dibenarkan mengkafirkan ahli bid'ah yang masih tetap mengakui ke-Esaan Allah
      dan mengikut syari'at Islam.

C.  TAFSIR HADIST
      Hadist ini menerangkan bahwa Allah S.W.T menyuruh kita memerangi orang-orang kafir seperti Israel sehingga mereka mau mengakui bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah dengan sebenar-benarnya selain Allah, dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah, serta mendirikan solat lima waktu sehari-semalam dan nengeluarkan zakat sebagai tanda pengakuan keislamannya.

      Apabila mereka telah melaksanakan kesemuanya itu dan mentaati kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah, maka jiwa dan harta mereka dilindungi. Selain daripada itu berlaku ke atas mereka hukum Islam, sperti; qisas, hudud dan lain-lain sebagainya. Apabila mereka melaksanakan kesemuanya itu dengan niat yang iklas karena Allah, maka mereka itu dinilai sebagai orang-orang mu'min. Tetapi apabila mereka melaksanakan semua itu dengan berpura-pura dan takut kehilangan jiwa dan harta bendanya, maka maka mereka dinilai sebagai orang-orang munafiq (hipokrit). Dan Allah Maha mengetahui segala isi hati mereka dan Dia sendirilah yang akan memperhitungkannya. Dia Maha mengetahui segala rahasia yang tersembunyi sekecil apa-pun.

Note: Jika ada kesilapan dalam penulisan hadist ke 8 ini, mohon di perbaiki. jazakumullahu khairan.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Tuesday, 12 June 2012

Hadist ke 7

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال؛ الدين النصيحة, قلنا لمن؟ قال؛ لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم

    Diriwayatkan dari Abu Ruqaiyah Tamim bin Aus Ad-Dari r.a bahwa Nabi S.A.W telah bersabda: "Agama itu nasihat. "Kami bertanya: "Terhadap siapa?" Ia bersabda: "Terhadap Allah, Terhadap KitabNya, terhadap RasulNya, terhadap pemimpin kaum muslimin, dan terhadap kaum awam."

     Hadist ini diriwatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Imam (Bab: Penjelasan bahwa agama adalah nasihat) no 55. Hadist ini hanya di riwayatkan oleh Imam Muslim sendirian. Imam An-Nawawi berkata: "Dalam kitab Shahih Al-Bukhari tidak ada riwayat Tamim Ad-Dari dari Nabi S.A.W, sedang dalam kitab Shahih Muslim hanya pada bab ini, tidak ada pada pendapat lainnya."

A.  KEDUDUKAN HADIST
      Hadist ini merupakan hadist yang ringkas dan padat yang merupakan ciri khusus Rasulullah S.A.W dalam berbicara, yaitu kalimat yang ringkas tetapi mencakupi arti yang luas dan faidah yang tinggi sehingga kita melihat bahwa seluruh sunnah dan hukum syari'at, baik yang dasar maupun cabang tercakup dalam hadist ini. Bahkan hanya satu perkara yang ada di dalamnya, yaitu "ولكتابه"
karena kitab Allah mencakupi seluruh permasalahan agama, baik yang dasar maupun cabang, amalan yang kukuh maupun keyakinan. Jika seseorang beriman dan mengamalkan nasehat yang terkandung dalam Kitab Allah itu, maka ia sesungguhnya telah mencakupi seluruh bagian syari'atNya Alla S.W.T.
(Tidak Kami alpakan sedikitpun dalam Al-Kitab, Surah Al-An'am: Ayat 38) karena itu terdapat ulama' yang berpendapat bahwa hadist ini merupakan sendi agama Islam.

B.  INTISARI HADIST
1.   Perintah untuk memberi nasehat, betapa pentingnya nasehat ini, sehingga Islam itu dianggap
      dengan nasehat.
2.   Nasehat boleh juga dinamakan sebagai agama Islam.
3.   Pada ketika memberi penerangan, para juru penerangan hendaklah memulai dengan hal-hal yang
      penting dan umum, kemudian diteruskan dengan penjelasan-penjelasan nya secara terperinci
      agar dapat diterima oleh pendengarnya dengan mudah dan dapat memberi kesan dalam jiwa.
4.   Memberi nasihat bagi sesama Muslim itu adalah wajib walau di mana saja dan kapan saja.
5.   Nasehat bagi para Imam/Pemimpin kaum Muslim adalah menunjukkan keprihatinan orang-orang
      Islam dan dukungan mereka kepada pemimpin Islam dalam menegakkan kebenaran, ketaatan
      mereka kepada pemimpin dalam batas-batas syari'at Islam, serta keberanian mereka untuk
      memperingatkan pemimpin Islam apabila menyeleweng dari batas-batas syari'at Islam.

C. TAFSIR HADIST
     Nabi Muhammad S.A.W memberi penerangan kepada kita bahwa agama Islam yang lurus menyuruh kita agar senantiasa bersedia memberi nasehat dengan ikhlas; Briman kepada keEsaan Allah S.W.T. Beriman kepada sifat-sifat kesempurnaanNya dan mensucikanNya dari segala sifat kekurangan.
    Al-Qur'an adalah firman Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W melalui perantaraan Malaikat Jibril dan bukan buatan manusia. Kita harus mentaati hukum-hukumnya dan beriman kepada ayat-ayat mutasyabihatnya. Beriman kepada Nabi Muhammad dan ajaran-ajaran yang di bawa olehnya. Mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya.
    Nasehat bagi para Ulama' adalah membantu mereka dalammenegakkan kebenaran dan syari'at Islam, mengingatkan mereka apabila lalai dan leka, dan mengajak orang-orang Islam kepada kebenaran dan syari'at Islam serta menolong mereka dari gangguan orang-orang kafir dan mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran sesama Muslim. Selain daripada itu adalah mencintai Muslim sebagai mencintai dirinya sendiri.

Note: kalau ada kesilapan dalam penulisan tolong diperbaiki.

Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Monday, 11 June 2012

Hadist ke 6

عن أبي عبد الله النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال؛ سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ان الحلال بين وان الحرام بين وبينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه ومن وقع فى الشبهات وقع في الحرام كالراعى يرعى حول الحمى يوشك أن يرتع فيه ألا وان لكل ملك حمى ألا وان حمى الله محارمه ألا وان في الجسد مضغة اذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

     Diriwayatkan dari Abu 'Abdillah Nu'man bin Basyir r.a, ia bekata: Aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: "Sesungguhnya yang halal itu nyata dan yang haram itupun nyata, dan diantara kedua-duanya ada musytabihat (perkara-perkara yang samar) yang mana kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barang siapa yang memelihara diri dari segala perkara-perkara syubhat itu, maka sesungguhnya ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang jatuh ke dalam perkara syubhat itu maka ia telah jatuh ke dalam perkara-perkara yang haram seperti seorang pengembala yang mengembalakan kambingnya itu di sekitarkawasan terlarang yang nyaris kambingnya merumput di dalamnya. Ingatlah bahwa setiap raja mempunyai kawasan larangan! Inganlah kawasan larangan Allah adalah apa yang di haramkanNya. Ingatlah bahwa didalam jasad itu terdapat sekuntul daging; apabila ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, ingatlah sekuntul daging itu adalah hati.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

     Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Iman (Bab: Orang-orang yang menjaga kesucian agamanya), no 52 juga dalam kitab perdagangan. Sedang dalam kitab Shahih Musli terdapa pada kita Perdagangan (Bab: Mengambil yang Halal dan meninggalkan yang syubhat) no1599.

A. KEDUDUKAN HADIST
     Hadist ini disepakati atas martabatnya yang tinggi dan faedahnya yang banyak. Hadist ini merangkumi seluruh ajaran-ajaran Islam. Sebagian Ulama mengatakan bahwa: "Hadist ini merangkumi sepertiga ajaran Islam.
     Abu Daud berkata: "Hadist ini merangkumi sepertiga ajaran islam. Barang siapa yang memperdalaminya, ia akanm mendapat semua kandungan yang disebutkan di atas, karena hadist ini mencakupi penjelasan tentang; Halal, Haram dan Syubhat. Apa yang bisa memperbaiki hati dan yyang merusakkannya. Semua ini menuntut kepada kita untuk mengetahui hukum-hukum syari'at, dasar-dasar dan cabangnya. Hadist ini pula merupakan dasar bagi sikap warna; ia itu meninggalkan  yang syubhat (samar)

B. INTISARI HADIST
1.  Anjuran supaya mengerjakan perbuatan yang halal dan meninggalkan perbuatan haram dan syubhat
2.  Perbuatan syubhat itu tidak di lakukan kecuali oleh sebagian kecil  masyarakan
3.  Menjaga kesucian dalam urusan agama dan menjaga kesucian kehormatan diri
4.  Orang yang tidak berhati-hati terhadap perkara-perkara yang syubhat (meragukan) dalam
     kehidupannya, berarti ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam perkara yang haram
5.  Menghindari segala sesuatu yang bisa menjerumus kepada perkara yang haram
6.  Anjuran untuk memperbaiki hati, karena sekiranya hati itu baik, maka baiklah perbuatannya.
     Sebaliknya jika hati itu rusak, maka rusaklah perbuatannya
7.  Akal itu terletak di Hati
8.  Berusaha untuk memilih perbuatan yang baik menunjuk-kan bahwa hatinya baik

C.  TAFSIR HADIST
      Hadist ini menerangkan kepada kita bahwa setiap perkara yang di halalkan oleh Allah & RasulNya itu sudah terang dan jelas. Begitulah juga, setiap perkara yang dilarang oleh Allah & RasulNya. Apa yang dikhawatirkan terhadap setiap muslim adalah perkara-perkara yang syubhat, yang samar bagi kebanyakan orang. Maka sesiapa yang meninggalkan perkara-perkara yang tidak jelas halal dan haramnya, sebenarnya orang itu telah menyempurnakan kesucian agamanya dan terhindar jauh dari kelakuan yang haram serta terjaga kehormatannya dari aib dan cela yang mencemarkan dirinya di mata orang akibat melakukan perkara yang syubhat. berarti ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam perbuatan yang haram dan celaan orang ramai.

    Kemudian Nabi S.A.W menghimpunkan bahwa mereka yang mengerjakan perbuatan yang syubhat  itu bagaikan seorang pengembala kambing yang mengembalakan binatang ternaknya itu berdekatan daerah yang di larang, sehingga besar kemungkinan kambingnya itu akan memakan atau memasuki kawasan tersebut.

    Lalu Nabi Muhammad memberi isyarat bahwa segala perbuatan dan kelakuan yang zahir itu menunjukkan kebaikan atau keburukan batin yang ada didalam diri seseorang. Beliau berkata, bahwa dalam tubuh seseorang itu terdapat sekuntul daging yang bernama qalbu (hati) yang kebaikan atau keburukannya berbanding sama dengan perbuatan dan tingkah laku seseorang. Apabila anggota tubuh seseorang itu berada dalam keta'atan menjalankan perintah agama Islam atau perbuatan dan tingkah laku yang terpuji, berarti hatinya itu baik. Tetapi jika anggota tubuh seseorang itu berada dalam kemaksiatan atau perbuatan dan tingkah laku yang tercela, maka berarti hatinya itu sedang rusak/buruk.

NOTE: jika ada kesalahan dan kesilapan mohon diperbaiki, thx

Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Sunday, 3 June 2012

Hadist ke 5

عن أم المؤمنين أم عبد الله عائشة رضي الله عنها قال؛ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم؛ من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد, رواه البخاري و مسلم. وفي رواية لمسلم من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

Diriwayatkan Ummul mu'minin 'Abdillah 'Aisyah r.a, ia berkata bahwa Rasulullah S.A.W bersabda, "Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita ini yang bukan bagian darinya, maka ia ditolak. (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim) semantara dalam riwayat Imam Muslim lainnya: Barang siapa yang melakukan sesuatu amalan, dan amalan itu bukan perintahku, maka ia di tertolak.

     Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Perdamaian (Bab: Jika minta berdamai dengan perdamaian yang batil, maka tertolak) no: 2550. Sedang dalam Shahih Muslim terdapat pula Kitab Al-Aqdhiyah (Bab: Batalnya hukum yang batil dan tertolaknya perkara yang diada-adakan) no: 1718.

A.  KEDUDUKAN HADIST
      Hadist ini merupakan salah satu dasar penting dari beberapa dasar-dasar islam, sebagaimana Hadist Yang pertama     yang merupakan petunjuk untuk menilai amalan dari segi batin, setiap amalan yang tidak ditujukan untuk memperolehi keridhaan Allah, maka pelakunya tidak akan mendapat fahala. Maka Hadist ini merupakan pegangan untuk menilai sesuatu amalan dari segi zahirnya. Setiap amalan yang tidak berlandaskan perintah Allah dan Rasulnya, maka amalan tersebut tertolak. Dan siapa saja yang mengada-adakan sesuatu dalam agama yang tidak di izinkan oleh Allah dan Rasulnya, maka hal tersebut bukanlah sebagia dari agama.

     Imam An-Nawawi r.a berkata; "Hadist ini Wajib di hafal dan dijadikan sebagai  dalil untuk mencegah kemungkaran."

     Ibnu Hajar Al-Haitami pula berkata; "Hadist ini merupakan salah satu dari pada kaedah islam yang sangat penting dan sangat luas manfaatnya dari segi maksudnya, dan merupakan dalil yang menyeluruh atas setiap hukum syari'at yang di tetapkan.

B.  INTISARI HADIST
1.   Anjuran untuk itba' (Mengikut perbuatan Nabi) dan menghindari perbuatan bid'ah (diada-adakan)
2.   Tidak diterimanya segala perkara-perkara yang baru dalam urusan Ad-Din dan tidak ada-
      perbedaan antara perkara-perkara yang baru yang kita buat atau hanya sekedar mengikuti orang-
      lain tanpa mau belajar/berguru.
3.   segala sesuatu yang sesuai dengan syara' (Syari'at Islam) atau sesuai dengan kaedah-kaedah-
      umum syara', ia tidak di tolak.
4.   Semua amalan aqad (Amalan yang diadakan) yang dilarang itu batal dan sia-sia.
5.   Keputusan Hakim tidak dapat merubah sesuatu hukum syara' yang telah jelas halal dan haramnya.

C.   TAFSIR HADIST
      Hadist ini menjelaskan kepada kita bahwa setiap ibadah atau amalan yang syari'atnya bukan dari Allah atau dari RasulNya atau hal-hal yang baru dalam agama yang tidak ada dasarnya dari Sunnah Nabi atau tidak berdasarkan kaedah-kaedah syara', ia tidak di terima dan orang yang melakukannya berdosa. Dan segala mu'ammalah baru yang bertentangan dengan hukum syara', wajib ditolak. Setiap Muslim hendaklah berhati-hati dari perbuatan bid'ah yang banyak terdapat dalam agama, dan hendaklah berpegang teguh kepada petunjuk Nabi Muhammad S.A.W.

Note:  "Kepada siapa saja yang membaca; Sekiranya terdapat kesalahan dalam penulisan atau pentafsiran dan keterangan Hadist ini, mohon di luruskan"

Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Saturday, 2 June 2012

Hadist ke 4

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق, ان أحد كم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم يكون علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يرسل اليه الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات بكتب رزقه وأجله وعمله وشقي أو سعيد فوالله الذي لا اله غيره ان أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها ألا ذراع فيسبق اليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار فيدخلهأ وان أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه و بينها الا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة فيدخلها


Diriwayatkan dari 'Abdurrahman 'Abdullah bin Ma'ud r.a, ia berkata: Rasulullah S.A.W bersabda kepada kami, dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan,: "Sesungguhnya sesorang dari kalian dikumpulkan ciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah (air mani), lalu menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama empat puluh hari juga, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama empat puluh hari juga, kemudian Allah mengirimkan malaikat untuk meniupkan roh kepadanya, dan ia diperintahkan agar supaya menulis empat perkataan atau ketetapan, yaitu: rizkinya, ajalnya,  amalnya dan kesengsaraan atau kebahagiaannya, Dan demi ALlah, Dzat Yang tiada Tuhan kecuali Dia, sesungguhnya seseorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan penghuni syurga sehingga jauh antara dia dengan syurga tidak lebih dari sehasta, Lalu kitab suratan taqdir mendahuluinya, sehingga orang tersebut beramal dengan amalan ahli neraka, maka ia pun masuk neraka. Dan sesungguhnya seseorang diantara kalian yang beramal dengan amalan penghuni neraka sehingga jauh antara dia dengan neraka tidak lebih dari satu hasta, Lalu suratan taqdir mendahuluinya, sehingga orang tersebut beramal dengan amalan ahli syurga, maka ia pun masuk syurga.

     Hadist ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya pada kitab awal penciptaan (Bab: Penyebutan Malaikat) no 3036 juga terdapat pada awal kita Al-Qadr (Bab: Bagaimana penciptaan Adam) no 2643.

A.  KEDUDUKAN HADIST
      Hadist ini merupakan salah satu hadist yang tinggi nilainya, segenap aspek keadaan seorang manusi  dari awal di ciptakannya, kelahiran ke dunia fana ini sehinggalah masuk syurga (tempat bahagia) atau masuk neraka (tempat sengsara) sesuai dengan amalan yang telah kita kerjakan di dunia juga sesuai dengan taqdir dan qadha Allah.

B.  INTISARI HADIST
1.   Sebagai isyarat pengetahuan tentang proses kejadian manusia & nasib kehidupannya
      serta nasib akhir kehidupannya, kaya, miskin, sengsara atau bahagia.
2.   Kebolehan bersumpah di atas yang berita yang benar untuk menyakinkan pendengarnya.
3.   Beriman kepada hari kebangkitan dan kehidupan di alam sesudah mati kita.
4.   Ke kukuhan tentang takdir itu betul-betul ada dan beriman kepada takdir.
5.   Rela dengan ketentuan Ilahibagi hambanya dalam soal rezeki serta tidak tamak, tapi tetap berusaha
6.   Takut pada akhir hayatnya menjadi su'ul khatimah (akhir hayat yang buruk)
7.   Taubat itu dapan menghapuskan segala noda dan dosa yang telah terjadi sebelumnya.
8.   Kebahagian & kesengsaraan seorang hamba itu telah dicatat sebelumnya, sebelum kita lahir ke
      dunia ini dan manusia mudah memperolehi apa yang telah ditentukan baginya.

C.  TAFSIR HADIST
      Hadist ini menerangkan tentang awal kejadian manusia dari satu tahap ke tahap berikutnya, yang bermula dari sperma lalu berubah menjadi 'alaqah, kemudian menjadimadhghah yang berbentuk, sehingga berbentuk manusia. Kemudian Allah mengutuskan Malaikat untuk meniupkan roh ke dalam tubuhnya, maka mulailah ia hidup bergerak-gerak, lalu di tulis baginya tentang kematian, ketentuan umurnya berapa lama, dan perbuatan selama ia hidup, jahat atau baik seta tingkat kebahagiaan atau kesengsaraannya.

    Melalui Hadist ini, Nabi Muhammad menyatakan tempat kembali manusia, adakah syurga atau neraka, Nabi S.A.W memberi gambaran untuk memperingatkan manusia agar berhati-hati dengan kesudahan kehidupannya. Sama ada su'ul khatimah atau husnul khatimah, ini di karenakan kemungkinan terdapat anak cucu Adam yang berbuat baik sepanjang hidupnya dengan penuh ta'at kepada Allah tetapi pada akhir hayatnya ia menyekutukan Allah atau mengingkarinya lalu ia mati dalam keadaan tidak beriman, tentulah ia masuk neraka. Na'udhubillah,
dan ada pula yang berbuat buruk sepanjang hidup dengan kekafiran, penuh maksiat, tapi menjelang ajalnya tiba ia masuk memeluk islam dan bertaubat kepada Allah, lalu ia pun mati, tentulah masuk syurga.  Amiin...!!

NOTE: Kalau ada kesilapan dan kesalahan dalam penulisan, saya harapkan kepada siapa saja yang membaca untuk meluruskannya..!!
  


Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Enter your email address:

Author-rights® by: QH

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
notifikasi
close